ORGANISASI SEBAGAI WAHANA PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA


Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya sebagai sarana untuk bersosialisasi. Bersosialisasi disini berarti membutuhkan lingkungan sosial sebagai salah satu habitatnya maksudnya tiap manusia saling membutuhkan satu sama lainnya untuk bersosialisasi dan berinteraksi.  Manusia pun berlaku se  bagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya. Begitu pula dengan mahasiswa sebagai makluk sosial juga membutuhkan sarana untuk bersosialisasi dan berinteraksi antar mahasiswa ataupun dengan lingkungan disekitar kampus. untuk bersosialisasi berarti mahasiswa membutuhkan suatu wadah atau organisasi untuk mengembangkan potensinya.  Sehingga dapat dikatakan mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki konsep diri yang bagus karena mereka bergabung dengan komunitas dan orang-orang yang berlatar belakang yang berbeda-beda.
Mahasiswa merupakan aset bangsa dan kaum intlektual muda yang mendapatkan kesempatan pendidikan formal diperguruan tinggi. yang nantinya yang nantinya diharapkan peran dan tanggung jawab idiologi sebagai pewaris perjuangan bangsa, maupun bertanggung jawab profesional yang disiapkan untuk menjadi ahli dibidang-bidang tertentu agar dapat berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa dan negara.
Dinamika kehidupan mahasiswa tidak bisa dilepaskan dari wadah atau organisasi yang menjadi instrumen bagaimana gagasan atau program berusaha diwujudkan, baik organisasi intra maupun ekstra kampus. Organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi merupakan wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendikiawanan serta integritas kepribadian mahasiswa untuk mewujudkan tujuan pendidikan tinggi.
Organisasi dapat dirumuskan sebagai suatu kerjasama berdasarkan suatu pembagian kerja yang tetap. Hidup berkelompok pada umumnya membutuhkan suatu perkumpulan atau organisasi. Didalam UUD 1945 pasal 28E ayat 3 sudah dijelaskan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Dalam hal ini berorganisasi disebutkan dengan istilah berserikat, sedangkan apabila kerjasamanya tidak permanent disebut berkumpul.
Fenomena – fenomena  kehidupan organisasi mahasiswa (ormawa) sangatlah beragam yang dilaksanakan oleh elemen – elemen ormawa itu sendiri baik tingkat Program Studi, Fakultas maupun Universitas. Kesemua itu dituntut untuk berperan aktif dibidang kemahasiswaan. Yang dimaksud dalam hal tersebut adalah memberikan ruang gerak baik kemampuan maupun potensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Kegiatan yang dilakukan itu sangat bermanfaat dan mempunyai nilai guna yang efektif baik untuk pribadi mahasiswa itu sendiri  maupun masyarakat secara umum. Mahasiswa merupakan aktor intlektual yang diharapkan mampu untuk berfikir secara jernih dalam berbagai hal yang dihadapi, dan mahasiswa harus  mampu menjalan peran dalam melaksanakan fungsinya. Baik kegiatan kemahasiswaan maupun kegiatan perkuliahan sehari – harinya dikampus. Oleh karena itu untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa diperlukan keaktifan dari para calon – calon pembawa perubahan ini untuk membuka wawasan dan kemampuan ataupun skil mereka tidak hanya dibangku perkuliahan semata, melainkan harus mengikuti kegiatan - kegiatan dan keaktifan serta aktifitasnya didalam organisasi kemahasiswaan tersebut.
Organisasi Kemahasiswaan merupakan salah satu tempat penempaan individu mahasiswa yang memberikan sumbangsih terhadap kemampuan mahasiswa, sebagai calon-calon agen perubahan. Organisasi kemahasiswaan adalah sebagai organisasi intra kampus yang membawa anggota-anggotanya bersinggungan langsung dengan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, sekaligus menggugah para anggota untuk kritis dan mencari solusi atas apa yang terjadi di dalam masyarakat. Hal yang lebih penting yakni adalah keterampilan mahasiswa yang meliputi keterampilan dalam bekerja team (team work), kemampuan berkomunikasi, kemampuan memimpin dan dipimpin dan mengembangkan sikap disiplin diri serta tanggung jawab yang diembanya. Oleh karena itu keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi sangat diperlukan untuk membuka wawasan dan kemampuan (soft skill) mahasiswa.

Comments

Popular posts from this blog

Matematika Sosial

Mendeskripsikan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan Nasional